Saturday, February 9, 2013

Sauron, Saruman, dan Morgoth



oleh Novia Stephani


Ini juga awalnya di thread Andhika Sahprianto. Berikut bagaimana Tolkien menggambarkan apa yg terjadi pada Morgoth, Sauron dan Saruman setelah mereka kalah:

Saruman

Setelah Isengard dikuasai ent, Saruman dan Wormtongue diusir. Mereka kemudian pergi ke Shire dan di sana sempat memimpin gerombolan preman dari Bree dan Dunland. Setelah hobbit memberontak dan Saruman kembali kalah, ia justru mati di tangan Grima Wormtongue. Dan ini yg terjadi setelah Saruman digorok oleh Grima:

"...di sekeliling tubuh Saruman berkumpul kabut kelabu yg naik perlahan hingga tinggi sekali seperti asap kebakaran, menjulang di atas [Bag End] Hill seperti sosok pucat berselubung. Sesaat sosok itu tak bergerak, menghadap ke Barat, tapi dari Barat datang angin dingin, dan kabut itu meliuk dan diiringi desahan terurai dan hilang tak bersisa."

(LOTR Return of The King: The Scouring of The Shire)

Ini sepertinya isyarat bahwa meski Saruman adalah Istar, wizard, yg dikirim para Valar dari Valinor di Barat, mereka tidak mengizinkannya kembali. Ini seperti ditegaskan dng hembusan angin dingin itu, karena Manwe adalah Vala penguasa angin dan udara.

--

Sauron

Setelah pasukan Sauron kalah di medan Pelennor oleh koalisi Gondor, Rohan, dan Dol Amroth, para pimpinan rapat menentukan apa yg akan dilakukan selanjutnya. Rapat ini digelar di tenda Aragorn di luar Minas Tirith, dan dihadiri Aragorn, Gandalf, Eomer, Imrahil dan Elladan dan Elrohir putra Elrond.

Menurut Gandalf: "...Jika [cincin] dihancurkan, [Sauron] akan jatuh, dan ia akan jatuh begitu jauh hingga tak ada yg akan bisa meramalkan kebangkitannya lagi. Karena ia kehilangan sebagian besar tenaganya yg dulunya asli miliknya sendiri, dan segala sesuatu yg dibuat atau diawali dng kekuatan itu akan ambruk, dan ia akan cacat selamanya, jadi roh kejahatan yg menggerogoti dirinya sendiri dalam kegelapan, tapi tak bisa tumbuh atau mengambil wujud...." (LOTR ROTK: The Last Debate)

Dan setelah cincin dihancurkan, ini yg terjadi:

"...bayang2 yg membentuk gelap besar, hitam berlatar belakang awan, membumbung, tak tembus pandang, bermahkota kilat, memenuhi langit. Sosok raksasa itu menjulang di atas bumi dan terulur ke arah [pasukan Lords of The West] seperti tangan yg mengancam, menakutkan, tapi tanpa daya, karena saat sosok itu terulur di atas mereka, angin kencang menerpanya dan membawanya pergi...."(LOTR ROTK: The Field of Cormallen)

Pergi ke mana? Mungkin ke mana pun Saruman akhirnya dibawa, alam baka bagi Maiar2 pembangkang.

--

Morgoth 

Kekuasaan Morgoth di Middle-earth berakhir ketika para Valar, didampingi Eldar (elf yg bermukim di Undying Land) menggempur bentengnya. Setelah naga Ancalagon the Black dikalahkan Earendil dan elang2 raksasa, tubuhnya jatuh menimpa tiga menara Thangorodrim, gerbang benteng Morgoth, hingga hancur. Morgoth, kini seorang diri, ketakutan dan lari ke dalam bentengnya, Angband. Ketika akhirnya ditemukan para Valar, ia sempat memohon ampun, tapi kedua kakinya ditebas, dan ia jatuh. Mahkota besinya dilepas dan dibuat jadi kalung leher, ia dirantai dng Angainor, rantai yg dulu pernah ia pakai, dan kepalanya ditundukkan ke lututnya.

Morgoth lalu dibawa ke Door of Night. Pintu ini terletak di dinding yg membatasi dunia nyata, dunia yg kita huni, memisahkannya dari kehampaan di luarnya, di mana waktu, ruang, materi tidak ada. Kekosongan ini disebut Timeless Void, di luar semesta. Ke sanalah Morgoth dibawa dan dibuang.

Dalam draft awal yg dimuat di History of Middle-earth (HoME) Vol I:The Book of Lost Tales I, disebutkan bahwa belenggu Morgoth dibuat dari alloy/logam campuran bernama tilkal, yg dibuat oleh Vala Aule. Tilkal dibuat dari campuran tembaga, perak, timah, timbal, besi dan emas dan bisa berkilau hijau atau merah.

Dari tilkal dibuat sepasang borgol yg disebut Vorotemnar (yg mengikat selamanya) dan belenggu kaki yg disebut Ilterendi (tak bisa dikikir dan tak bisa dibelah). Nama rantainya Angainor berarti Sang Penindas dan sangat berat hingga Tulkas pun kesulitan membawanya. Ketika dipakaikan ke Morgoth, tilkal di belenggunya bercahaya merah.

Tambahan (Komentar oleh: Aruga Perbawa Rizki, Gading Datu, Novia Stephani dan Poppy D Kartadikaria)

Timeless Void.. serem juga.. ternyata masih banyak tempat ajaib di Middle Earth ya

Timeless Void bukan di Middle-earth, tapi di luarnya. Ibarat Middle-earth snowglobe, Void itu di luar snowglobe-nya.

Bentuk ME flat/round ini dibahas sama Karen Wyn Fonstad di bukunya: Atlas of ME. Ada referensi yg menyatakan dulu Arda itu datar di Silmarillion: "At the time of the fall of Numenor, Valinor was removed from Arda; then the world was made round, although those permitted could still find the straight road to Valinor." Di HoME The Shaping of ME ada peta dan diagram yg mengonfirmasi ini. Jadi, bisa kita anggap (meski Tolkien nggak secara eksplisit menyatakannya) bahwa sebelum Numenor kelelep, Arda datar. Setelah itu Valinor dipisahkan ke luar Arda, meski kaum elf dan 'tamu' mereka masih bisa berlayar lurus menuju Valinor atas restu Valar.

Timeless Void (Kuma) dikatakan berada di luar Arda, barangkali bisa kita asumsikan mirip angkasa luar/space, karena yg mengelilingi Arda disebut Vista (inner air) dan Ilmen (place of light, middle air) yg menurut gue itu lapisan atmosfer. Jadi, kalo manusia berlayar mengitari Arda, mereka tetep nggak bakal nemu Valinor, karena cuma yg dikasih kartu pass yg bisa nemuin pulau pemukiman Valar tersebut. Jadi, setelah Akallabeth, Valinor dipindahin ke 'dimensi lain'.

2 comments:

  1. Katanya ada pertarungan terakhir yang disebut dagor dagorath, setelah melkor bisa keluar dari timeless void

    ReplyDelete
  2. Suilad gilangsurya adi,

    Benar sekali, Tolkien menulis beberapa versi akhir zaman Middle-earth dalam draft untuk Silmarillion. Ada beberapa kesamaan dari draft-draft itu, yaitu lolosnya Morgoth dari kurungan Valar, dirusaknya matahari dan bulan, dan peran Túrin Turambar dalam mengalahkan Morgoth. Tapi gambaran akhir zaman ini baru disebut datang dari Mandos dalam versi yang dimuat di History of Middle-earth (HoME) Vol. 4: The Shaping of Middle-earth dan HoME Vol. 5: The Lost Roads and other writings.

    Prof. Illyria menulis essay di tentang SECOND PROPHECY OF MANDOS (Nubuat Akhir Zaman Middle-earth) yang selengkapnya bisa dibaca di file dokumen di group FB Eorlingas. File yang sama akan diunggah pula di blog ini nanti. :)

    https://www.facebook.com/notes/eorlingas/second-prophecy-of-mandos/461945420554420

    ReplyDelete