Saturday, November 15, 2014

Nonton Bareng The Hobbit: The Battle of the Five Armies







Penantian 3 tahun sebentar lagi berakhir. Dalam hitungan minggu petualangan Bilbo Baggins akan usai. Apakah kamu akan jadi salah satu dari 300 Rohirrim yang jadi saksi kepulangannya ke Bag End, Shire?



Nonton Bareng THE HOBBIT: THE BATTLE OF THE FIVE ARMIES

Minggu, 21 Desember 2014

Tempat : Bioskop XXI Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan

HTM : Rp 90.000 / orang *

Registrasi ulang untuk pengambilan tiket teater dimulai pk 08:00 - 09:30 WIB

Hanya tersedia 300 seat untuk para pendaftar tercepat.

Periode pendaftaran 15 - 30 November 2014


* Sudah termasuk goodie bag berisi limited edition merchandise, serta kesempatan memenangkan hadiah untuk berbagai permainan dan kuis.


Cara pendaftaran:



  1. Transfer biaya #NobarTHBOFA @ Rp 90.000 ke BCA 8691 022 013 a/n Kania Retno Damayanti.
  2. Isi Formulir Pendaftaran #NobarTHBOFA di http://bit.ly/RegTHBOFA
  3. Tunggu balasan e-mail konfirmasi dari Council of Eorl.


Catatan:
  • Simpan e-mail berisi E-Tiket untuk registrasi ulang di Hari H.
  • Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta, maka biaya yang telah ditransfer TIDAK dapat dikembalikan


TO THE BATTLE!!!






Frequently Asked Questions (F.A.Q) #NobarTHBOFA

1. Kenapa #NobarTHBOFA tidak di IMAX?

Nobar kita kali ini tidak lagi bersama partner yang memungkinkan mengadakan nobar di IMAX Gandaria City, dan karena keterbatasan personil Council of Eorl (CoE) yang berusaha mewujudkan nobar ini, maka Cinema XXI Epicentrum di Rasuna Said menjadi lokasi #NobarTHBOFA.


2. HTM Rp 90.000 dapat apa saja?

Dengan membayar Rp 90.000 untuk #NobarTHBOFA, kamu akan mendapatkan: tiket nonton + goodie bag berisi merchandise edisi terbatas. Isi goodie bag didisain dan dipesan khusus hanya untuk acara nobar ini, dan tidak akan diproduksi lagi.


3. Di mana lokasi Epicentrum XXI?


Epicentrum Walk (sumber: google.com)


Epicentrum XXI terletak di:

Epicentrum Walk (Epiwalk), Ground Floor
Jalan HR. Rasuna Said
Karet Kuningan, Setiabudi
Jakarta Selatan 12940

Kendaraan umum ke Epicentrum Walk:

- Transjakarta Ragunan – Dukuh Atas 2, turun di halte TransJakarta GOR SUMANTRI

- Kopaja S 66 Blok M – Manggarai, turun di dekat halte bus GOR SUMANTRI / Pasar Festival 

- Kopaja P 20 Lebak Bulus – Pasar Senen turun di dekat halte bus GOR SUMANTRI / Pasar Festival 

- Kopaja S 620 Pasar Rumput – Blok M turun di dekat halte bus GOR SUMANTRI / Pasar Festival 



Epicentrum XXI (sumber: google.com)





Panduan Jalan ke Epicentrum Walk :
  • Setelah sampai di depan Pasar Festival, masuk ke kawasan Rasuna Epicentrum (jalan raya warna merah-kuning-abu, di antara Pasar Festival dan rumah sakit Metropolitan Medical Centre (MMC)). 
  • Ikuti jalan sampai bertemu bundaran, lalu belok kiri. Tidak jauh dari sana, akan terlihat bangunan Epicentrum Walk (EpiWalk) berwarna abu-abu dan merah di sebelah Bakrie Tower. 
  • Disarankan untuk bertanya pada orang sekitar untuk mencari lokasi Epicentrum Walk maupun lokasi XXI nya.


4. Kalau bayar HTM pakai M-Banking / Internet Banking, konfirmasinya bagaimana?
Pastikan isian data di formulir pendaftaran mengenai informasi transfer benar dan lengkap. Isi tanggal dan waktu transfer seperti yang tertera di bukti transfer. Data ini yang kami gunakan untuk pengecekan ulang dengan mutasi rekening kami. 
Bila dalam waktu 1 x 24 jam kamu belum terima email konfirmasi dari Council of Eorl, silakan hubungi 
Haleth: 081 311 311 733 (SMS/WhatsApp)
Elanor: 0812 9687 966 (SMS/WhatsApp)


5. Penempatan seat-nya bagaimana?

Seperti #NobarTHDOS sebelumnya, penempatan seats dilakukan berdasarkan aturan “siapa cepat, dia dapat”, dimana peserta yang cepat melakukan pendaftaran (transfer dan mengisi formulir) memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan lokasi kursi yang nyaman daripada peserta yang mendaftar setelahnya.


6. Apa maksudnya ‘Kode E-Tiket dan Nama Loket’ yang tertera di email konfirmasi? 
Kami memberikan kode E-Tiket sebagai tanda terima pembayaran dan bukan tiket untuk memasuki teater. Kode E-tiket digunakan untuk pengambilan tiket teater. Untuk memperlancar proses registrasi ulang/pengambilan tiket teater, peserta diharapkan mengantri sesuai dengan nama Loket yang tertera di email pada saat registrasi ulang di hari H nanti.


Pantau terus media sosial Eorlingas untuk info selanjutnya:
http://www.facebook.com/Eorlingas.Id
http://www.twitter.com/Eorlingas_Id
http://councilofeorl.blogspot.com/



Nonton Bareng The Hobbit: The Battle of Five Armies didukung oleh


Monday, July 21, 2014


TOLKIEN FACTS


Kumpulan fakta tentang Prof. J. R. R. Tolkien.

Dirangkum oleh Lady Arwen Poppy D. Kartadikaria, pertama kali dipost di FB grup Eorlingas: Minggu, 9 February 2014.


**********


Pada 13 Maret 1956, seseorang dari Brixton Road, London, menulis surat kepada JRR Tolkien setelah dia mendengar sandiwara radio LOTR. Dan dia berkata namanya adalah Sam Gamgee. The real Sam Gamgee. Tolkien terkejut dan senang sekali. Dia menjelaskan dari mana dia mendapatkan nama Sam Gamgee untuk karakter di bukunya dan akhirnya mengirimkan buku LOTR langsung kepada the real Sam (Sam Gamgee ini belum pernah baca LOTR, baru dengar sandiwara radionya). Dan belakangan Tolkien berkata dia jadi ketakutan kalau-kalau ada orang bernama Gollum menulis surat kepadanya.


**********


Penawaran pertama pembuatan film LOTR terjadi di tahun 1957 dari pengusaha Amerika Forrest J. Ackerman, Morton Grady Zimmerman dan Al Brodax, yang hendak membeli hak pembuatan film animasinya. Tapi Sir Stanley Unwin berkata pada JRRT penawaran itu sebaiknya diambil kalau ceritanya benar-benar setia dengan bukunya, atau mereka menawarkan jumlah uang yang besar. Cash or kudos.

Zimmerman mengirimkan story line kepada JRRT, dan ternyata ceritanya dibuat berantakan, sama sekali tidak menghormati bukunya. Beberapa nama tokoh saja salah, seperti Boromir yang jadi Borimor. Fellowship diantar ke mana-mana naik elang. Lembas disebut sebagai food concentrate. Dan masih banyak perubahan lain. JRRT menulis surat berlembar-lembar berisi protes keras terhadap 'story line' Zimmerman. Pada akhirnya, karena film tersebut tidak memberi banyak uang dan tidak menghormati karya JRRT, perjanjian batal.


**********


LOTR selesai ditulis tahun 1949. Nah, apa yang terjadi sampai harus menunggu beberapa tahun untuk terbit? Ini sebetulnya kesalahan JRRT sendiri. Sejak awal Allen & Unwin memang berniat menerbitkan 'sequel The Hobbit', tapi belum mau menerbitkan Silmarillion. JRRT ngambek karena menganggap Unwin menolak menerbitkan Silmarillion (padahal bukan menolak, hanya dirasa belum waktunya untuk terbit). Maka, ketika Milton Waldman (pemilik Collins publishing house) menunjukkan ketertarikan untuk menerbitkan LOTR sekaligus dengan Silmarillion, JRRT merasa perlu 'membelot'.

Milton Waldman bertanya apakah JRRT punya kewajiban legal atau moral terhadap Allen & Unwin? JRRT bilang tidak ada kewajiban legal, tapi soal moral, sepertinya dia harus menangani 'pembelotan' ini dengan halus agar tidak menyinggung Sir Stanley Unwin (yang baru saja di-knighted) dan putranya, Rayner. Di surat berikutnya kepada Sir Stanley, JRRT berkata bahwa naskah LOTR sudah selesai, tapi jadinya amat sangat tebal, dan lebih mirip Silmarillion daripada The Hobbit. Dan JRRT berkeras LOTR harus terbit bersama dengan Silmarillion. Sir Stanley tidak bisa menjamin bisa menerbitkan sekaligus semuanya (dan ini memang sudah diduga JRRT, waktu itu kertas sedang mahal sehabis perang), dan mengusulkan agar LOTR dibagi tiga buku saja kalau memang tebal sekali. JRRT menolak. Harus satu buku, harus dengan Silmarillion. Ya atau tidak? Tanpa diberi waktu untuk membaca seluruh naskah LOTR, Sir Stanley tidak berani bilang ya. Jadi, jawabannya adalah tidak.

Itu yang diinginkan JRRT.

Maka naskah LOTR pindah tangan ke Milton Waldman, dia bersedia menerbitkan LOTR dan Silmarillion (begitu JRRT selesai menulisnya). Terlebih lagi, penerbit Collins juga pembuat stationary, diary dan percetakan, jadi kertas lebih melimpah di sana dibandingkan di penerbit lain. JRRT segera melanjutkan naskah Silmarillion sementara naskah LOTR dibaca oleh Wladman. Tahun 1950 Waldman hampir selesai membaca LOTR tapi ada satu permintaannya: cerita terlalu panjang. Potong.

Kita bisa menebak apa jawaban JRRT. Dia tidak mau memotong LOTR, apalagi mempersingkat Silmarillion. Dan kebetulan pula di saat ini Waldman berangkat ke Italia dan menghabiskan waktu hampir sepanjag tahun di sana. JRRT juga disibukkan dengan pekerjaannya yang membutuhkan dia berangkat ke Belgia dan Irlandia. Sampai akhir tahun 1951 masih belum ada kepastian kapan LOTR terbit, dan Silmarillion juga belum selesai ditulis. Sir Stanley Unwin sempat menyurati lagi dan berkata dia masih tertarik untuk menerbitkan LOTR kalau JRRT mau membiarkannya membaca dulu naskah itu.

Tahun 1952 akhirnya JRRT memberi ultimatum kepada Milton Waldman: LOTR harus segera terbit, kalau tidak, naskah itu bakal diserahkannya lagi ke Allen & Unwin. Tidak ada kesepakatan akhirnya membuat Waldman membatalkan niat menerbitkan LOTR dan Silmarillion. Jadi, sambil malu-malu, JRRT menawarkan lagi LOTR kepada Sir Stanley Unwin. Kali ini JRRT tidak memaksa Sir Stanley menerbitkan Silmarillion juga (daripada tidak sama sekali, lebih baik LOTR terbit meski Silmarillion belum ada kepastian). "Bisakah kau melakukan sesuatu untuk membuka gerbang yang kubanting sendiri di depan hidungmu?" JRRT memohon kepada Sir Stanley.

Dan tentu saja Sir Stanley bersedia!


**********

Banyak orang menduga, selain karena perfeksionis, JRRT tidak mampu 'berpisah' dari naskah yang sedang ditulisnya. Ini terutama berlaku untuk Silmarillion. Jadi, kalau naskah itu selesai, seolah-olah dia tidak punya 'sesuatu' lagi buat diulik. Dan hal ini tampaknya juga terjadi saat proses penulisan LOTR. Berawal dari gaya bahasa yang ringan di Fellowship of the Ring, semakin belakang gaya penulisannya semakin rumit dan arkaik, lebih menyerupai Silmarillion, karena menurut JRRT, LOTR lebih dianggapnya sebagai sequel Silmarillion, bukan sequel The Hobbit. Dan ini memang disengaja, karena cerita juga semakin kompleks dan gelap.

JRRT merevisi ulang, mengubah detail ini itu, merevisi lagi, mengubah detail lagi, maka pada tahun 1947 barulah LOTR hampir selesai ditulis, sepuluh tahun sejak dimulai. Tapi belum benar2 selesai. Karena JRRT membaca lagi dari awal, merevisi lagi sampai tidak ada satu kalimat pun yang lolos dari perhatiannya. Dia mengaku menangis ketika menulis penghargaan terhadap para hobbit di Field of Cormallen. Dia juga menulis epilog, di mana Samwise Gamgee bercerita kepada anak2nya tentang apa yang terjadi terhadap anggota Fellowship (kemudian bagian ini tidak jadi dimasukkan).

Di tahun 1947 juga, JRRT menulis revisi untuk The Hobbit, terutama di bab Riddle in the Dark, agar lebih 'nyambung' dengan LOTR kemudian, berhubungan dengan sikap Gollum terhadap One Ring. Di cetakan awal, Bilbo dianggap berbohong tentang bagaimana dia mendapatkan One Ring dari Gollum (ingat, The Hobbit adalah buku catatan perjalanan yg ceritanya ditulis oleh Bilbo sendiri). Bilbo mengaku mendapatkan One Ring secara jujur, direlakan oleh Gollum akibat Gollum kalah main tebak-tebakan. Tapi ini tidak mungkin terjadi karena One Ring sangat berharga di mata Gollum. Maka, di edisi revisi, diceritakanlah kejadian sebenarnya (Bilbo main curang) seperti yang kita baca sekarang; dengan alasan Bilbo merevisi catatan perjalanannya itu setelah didesak Gandalf.

Akhirnya di musim gugur 1949 JRRT selesai mengetik semua naskah LOTR (dengan dua jari, karena dia tidak bisa mengetik 10 jari, dan di tempat tidur, karena meja kerjanya penuh naskah dan kertas sampai mesin ketiknya tidak muat). Dan kepada Stanley Unwin dia berkata, "Naskah ini kutulis dengan darah, dengan tetesan deras atau ringan, dan aku tidak akan melakukannya dengan cara lain."


**********


Di akhir tahun 1940, JRRT berhenti menulis LOTR hampir setahun lamanya, dan bukan karena faktor kesibukan. Dia mengalami writer's block. Naskah ditinggalkan ketika Fellowship sampai di makam Balin di Moria. Ketika kemudian dilanjutkan lagi, JRRT membuat outline untuk akhir cerita, yang menurutnya tidak bakal lebih dari beberapa bab lagi. Dimulai dari sketsa plot tentang dua hobbit bertemu Treebeard (belakangan, sewaktu bab ini ditulis, suara Treebeard "Hrum, Hroom" terinspirasi dari suara berat CS Lewis). Penerbitnya, Allen & Unwin, berharap LOTR bisa dipublikasikan sekitar dua tahun setelah The Hobbit, tapi harapan itu pupus. Bulan Desember 1942, Unwin menerima surat dari JRRT yang berkata, "Sudah hampir selesai. Kuharap liburan ini aku punya waktu luang, dan bisa menyelesaikannya awal tahun depan. Sudah sampai bab XXXI dan butuh sekitar enam bab lagi untuk selesai (sudah ada outline)."

Tapi, seperti yang kita ketahui, bab XXXI (yang kemudian berjudul Flotsam and Jetsam) adalah akhir Book III, masih jauh dari selesai. Butuh 31 bab lagi sebelum kisah LOTR berakhir. Dan di musim panas 1943, JRRT mengaku bahwa dia 'mentok'.

Buat yang belum baca bukunya, LOTR itu terdiri dari enam babak. Buku Fellowship of the Ring terdiri dari Book I dan Book II (babak 1 dan 2), The Two Towers terdiri dari Book III dan Book IV, The Return of the King terdiri dari Book V dan Book VI. Jadi maksud Book III di atas adalah babak 3, bagian awal buku The Two Towers.


**********


Tahun 1911, setelah JRRT lulus dari King Edward’s School, dia dan adiknya Hilary serta beberapa kerabat berlibur ke Switzerland. Di sana JRRT membeli postcard bergambar lukisan karya J. Madlener berjudul Der Berggeist (the mountain spirit) yg menunjukkan lelaki tua duduk pada batu di bawah pohon pinus, berjanggut putih, mengenakan topi bertepi lebar dan jubah panjang, dengan paras ramah. Bertahun-tahun kemudian JRRT menulis catatan pada bungkus postcard tersebut: “Origin of Gandalf.”

Tahun 1913, selagi kuliah di Oxford, JRRT membaca salah satu materi kuliah Anglo-Saxon berupa puisi religius berjudul Crist of Cynewulf. Dua baris puisi sangat menempel di kepalanya:Eala Earendel engla beorhtastOfer middangeard monnum sended.(Hail Earendel, brightest of angels / above the middle-earth sent unto men.)Menurut keyakinan JRRT, Earendel dulunya adalah sebutan bagi bintang Venus.

Tahun 1914 JRRT berlibur ke Nottinghamshire mengunjungi bibinya dan adiknya, Hilary. Di sana dia menulis puisi yg terinspirasi dari Crist of Cynewulf, yg diberinya judul ‘The Voyage of Earendel the Evening Star’:

Earendel sprang up from the Ocean’s cupIn the gloom of the mid-world’s rim;From the door of Night as a ray of lightLeapt over the twilight brim,And launching his bark like a sliver sparkFrom the golden-fading sandDown the sunlit breath of Day’s fiery deathHe sped from Westerland.

Kemudian puisi itu ditunjukkannya kepada salah satu sahabatnya, G.B. Smith, yg berkata dia menyukainya dan bertanya apa artinya. JRRT menjawab, “Aku tidak tahu. Aku akan mencari tahu.” Dia tidak berkata ‘aku akan menuliskan lanjutannya’, tapi dia bilang ‘aku akan mencari tahu’. Jadi, sejak awal sudut pandang JRRT terhadap legendariumnya adalah dia bukan pencipta, tapi seorang peneliti yg menemukan manuskrip tua untuk diterjemahkan. Seperti yg kita ketahui, JRRT berkata bahwa The Silmarillion adalah buku sejarah yg ditulis kaum elf dalam bahasa Quenya, ditemukan oleh Bilbo di perpustakaan Rivendell, kemudian diterjemahkan Bilbo ke bahasa Westron, kemudian ditemukan JRRT dan diterjemahkan ke bahasa Inggris! Begitu pula belakangan dengan The Hobbit dan LOTR. Kedua buku itu adalah catatan perjalanan yg ditulis Bilbo, kemudian ditulis Frodo, kemudian dipanjutkan Samwise, yg akhirnya ditemukan Tolkien dan diterjemahkan ke bahasa Inggris.

Tahun 1915 JRRT mulai serius menciptakan bahasa kompleks yg dipengaruhi kuat oleh Finnish, dan dia menyebut ini sebagai ‘hobi sinting’. Kepada tunangannya, Edith Bratt, JRRT bilang ini adalah ‘my nonsense fairy language’. JRRT mulai menulis ‘Lay of Earendel’ yg menceritakan negeri misterius bernama Valinor di mana tumbuh Two Trees, salah satunya berbuah apel emas matahari dan satu lagi apel perak bulan. Unsur-unsur ini yg akhirnya membentuk Silmarillion.


**********


Dari Letters of JRRT, surat nomor 257, per tanggal 16 Juli 1964. Waktu ini JRRT tinggal di 76 Sandfield Road, Headington, Oxford. Cuma mau mengutip omelan beliau ini:

"While the actual inhabitants do all that radio, tele, dogs, scooters, buzzbikes, and cars of all sizes but the smallest, can do to produce noise from early morn to about 2 a.m. In addition in a house three doors away dwells a member of a group of young men who are evidently aiming to turn themselves into a Beatle Group. On days when it falls to his turn to have practice session the noise is indescribable..."

(...and cue to LOL!) Jadi, siapa yg pernah jadi tetangga Mbah Tolkien ya? John, Paul, George, atau Ringo?


********** 


JRRT pernah diundang oleh salah satu toko buku di Rotterdam, Nederland, tahun 1958, untuk acara 'Hobbit Dinner' dan ini kutipan pidatonya:

"...sudah dua puluh tahun berlalu sejak aku mulai menuliskan dengan sungguh-sungguh sejarah leluhur-hobbit kita yang terhormat di Zaman Ketiga. Aku menatap ke Timur, Barat, Utara dan Selatan, dan aku tidak melihat Sauron; tapi kulihat ternyata Saruman punya banyak keturunan. Kita kaum Hobbit tidak punya senjata magis untuk melawan mereka. Tetapi, my gentlehobbits, mari bersulang: demi kaum Hobbit. Semoga mereka mengalahkan Saruman-Saruman dan bisa menatap musim semi kembali di pepohonan."


********** 

Beberapa minggu setelah The Hobbit terbit (1937) JRRT bertemu dengan publisher-nya, Stanley Unwin. JRRT mengamati Unwin yang bertubuh kecil, bermata cerah dan berjanggut, dan menyebutnya, "mirip seperti salah satu dwarf-ku, tapi dia tidak merokok." Unwin meminta JRRT untuk membuat sequel The Hobbit, tapi pada saat itu JRRT belum punya ide untuk melanjutkan kisah seorang hobbit. Lagi pula, di akhir cerita, dikatakan bahwa Bilbo "remained very happy to the end of his days, and those were extraordinary long." Bagaimana cara Bilbo menghadapi petualangan lagi tanpa kontradiktif dengan kalimat penutup The Hobbit itu?

Maka, meski JRRT mengaku tidak ada hubungannya dengan The Hobbit, dia menyerahkan beberapa cerita pendek untuk anak-anak (Farmer Giles of Ham, Roverandom, Mr. Bliss) serta naskah The Lost Road dan manuskrip Silmarillion (berisi juga puisi The Gest of Beren and Luthien) yang belum selesai. Unwin berkata cerita-cerita pendek untuk anak-anak sangat memukau, dan Silmarillion sangat menarik meski tidak cocok untuk anak-anak. Tapi bukan itu yang diinginkan pembaca. Penggemar JRRT meminta kisah tentang hobbit lagi.

Akhirnya, pada 19 Desember 1937, JRRT menyurati Unwin bahwa "Aku sudah menulis bab pertama kisah baru tentang hobbit, A Long Expected Party." JRRT meminta Unwin menunjukkan manuskrip itu kepada putranya, Rayner, yang dulu meloloskan naskah The Hobbit. Rayner menyukainya, dan meminta JRRT melanjutkan.

Mula-mula, ide cerita berawal dari Bilbo yang kehabisan harta dan hendak berpetualang lagi mencari harta karun baru. Tapi kemudian ide ini diubah menjadi putra Bilbo yang berpetualang, dan namanya adalah Bingo Bolger-Baggins. Pada saat ini JRRT mulai mendapat ide baru, yaitu "buatlah cincin yang jadi penghubung cerita". Kemudian di catatan lain JRRT menulis, "Cincin: dari mana asalnya? Necromancer? Benda yang tidak berbahaya kalau digunakan untuk kebaikan. Tapi punya harga. Entah kita harus melepaskannya, atau kita akan kehilangan jati diri sendiri." Dari sini gagasan diubah lagi: Bingo menjadi keponakan Bilbo, bukan putranya.

Bab kedua mulai ditulis, diberi judul Three's Company, di mana Bingo berangkat melancong bersama dua sepupu, Odo dan Frodo. JRRT berkata kisah kadang-kadang berjalan di luar kendali, dan dia sendiri terkejut karena menulis tentang datangnya Black Rider yang mencari-cari ketiga hobbit. Tanpa sadar JRRT mengubah suasana kisah dari The Hobbit yang lucu menjadi lebih gelap dan luas. Dan mendekati konsep Silmarillion.

Bab ketiga ditulis, masih tanpa judul, tapi belakangan bab ini yang kita kenal sebagai A Shortcut to Mushrooms. Rayner yang membaca manuskrip berkata "too much hobbit talk," dan bertanya apa judul bukunya. Apa dong? JRRT belum tahu, dan yang lebih penting lagi, dia juga tidak tahu tentang apakah sebenarnya cerita ini. Dan pada saat itu (selain tugas mengajar, jadi tutor, menilai ujian, dll) putra ketiganya, Christopher, dipulangkan dari sekolah asrama karena sakit. Jadi manuskrip diabaikan beberapa lama sampai JRRT sendiri putus asa dan tidak tahu hendak dikemanakan lagi ceritanya.

Tapi pada Juli 1938 JRRT mulai berkonsentrasi tentang asal muasal Cincin, dan mulai menulis dialog antara Bingo dengan seorang elf bernama Gildor. Dari Gildor-lah Bingo tahu bahwa Cincin berasal dari Necromancer dan penjelasan mengenai Ringwraiths. Kemudian ditulis pula paragraf percakapan Bingo dengan Gandalf tentang Cincin ini. Sehingga pada Agustus 1938 JRRT sudah mencapai bab 7.

Ketika keluarga Tolkien berlibur ke Sidmouth, JRRT menulis lebih banyak, membawa ketiga hobbit ke penginapan di Bree, di mana mereka bertemu karakter misterius, seorang hobbit bernama Trotter. Belakangan, Trotter diubah menjadi manusia berjulukan Strider. Namun JRRT masih tidak tahu ke mana cerita berjalan. Pada saat para hobbit tiba di Rivendell, JRRT membuat catatan "terlalu banyak hobbit, dan Bingo nama yang konyol. Ubah Bingo = Frodo." Tapi kemudian dicoret lagi karena katanya "aku sudah terlalu terbiasa dengan Bingo." Baru pada tahun 1939 nama Bingo diubah menjadi Frodo, setelah seluruh manuskrip ditulis ulang dari awal.

Tapi pada saat menulis di Sidmouth, mendadak gagasan baru muncul di kepala JRRT. Dia menulis catatan "Cincin milik Bilbo ternyata adalah one ruling Ring, cincin-cincin lain sudah kembali ke Mordor, yang ini hilang." Mulai terbentuk plot tentang Sauron yang mencari One Ring, dan One Ring harus dihancurkan di Mordor. Kisah sekarang mulai terbentuk, dan berubah jauh dari cerita anak-anak di The Hobbit menjadi lebih serius. Dan ketika menyurati Unwin lagi, JRRT sudah menyebutnya dengan "The Lord of the Rings."


********** 


Sekitar tahun 1896 Mabel Tolkien membawa kedua putranya pindah ke desa Sarehole. JRRT dan adiknya, Hilary, yang baru berusia 2,5 tahun, sering menjelajah. Salah satu lokasi favorit mereka untuk menjelajah adalah Sarehole Mill, dimiliki seorang penggiling gandum dan putranya, dan dua-duanya galak. JRRT menjuluki si putra penggiling sebagai 'White Ogre' karena pakaiannya selalu penuh terigu putih. Sementara itu ada seorang petani yang dijuluki 'Black Ogre' oleh JRRT dan Hilary.Petani itu pernah mengejar-ngejar JRRT karena dia ketahuan mencuri jamur! (sounds familiar?) Sarehole Mill dan si penggiling dan putranya yang galak kemudian menginspirasi JRRT dalam menggambarkan Great Mill di Hobbiton dan pemiliknya, Ted Sandyman. Sedangkan si petani? Kita tidak bisa melupakan karakter Farmer Maggot.

Ketika baru pindah ke Birmingham, JRRT sempat kebingungan dengan dialek lokal yang berbeda dengan bahasanya sehari-hari. Salah satu yang diingatnya adalah 'gamgee', yaitu sebutan untuk bola kapas. Berasal dari seorang dokter bernama Gamgee yang menciptakan gamgee-tissue. Belakangan, tahun 1932, ketika JRRT dan keluarganya berlibur ke Cornwall, ada seorang penduduk lokal di sana, lelaki tua yang berkeliaran menyebarkan gosip atau ramalan cuaca setiap hari. Sebagai bahan bercandaan dengan putra-putranya, JRRT menamai lelaki itu Gaffer Gamgee, sebetulnya hanya supaya namanya beraliterasi (G dan G). Dari sana terciptalah karakter ayahanda Samwise Gamgee.

Dari kegemarannya mempelajari dongeng dan bercerita, JRRT mengirimkan puisi tentang Tom Bombadil ke Oxford Magazine dan dimuat di sana. Di kurun waktu 1920-30an rekan-rekan sejawatnya menganggap dia punya hobi aneh menyangkut harta karun naga dan lelaki kecil lucu bernama Bombadil, yang menurut mereka remeh dan kekanak-kanakan. Tapi kemudian pandangan itu akan segera berubah, karena pada suatu hari di musim panas, terjadi hal bersejarah. Ketika sedang memeriksa hasil ujian mahasiswa, dan mendapati selembar kertas yang dibiarkan kosong tanpa jawaban, JRRT tanpa sadar mulai menorehkan sebuah kalimat di sana, yang di kemudian hari akan menjadi salah satu kalimat paling terkenal di dunia literatur: "In a hole in the ground, there lived a hobbit." And enter Mr. Baggins...


********** 


Selagi masih bersekolah di King Edward's School, JRRT dan beberapa temannya membentuk TCBS (Tea Club, Barrovian Society), perkumpulan yang membahas literatur dan saling mengkritik karya-karya anggotanya sendiri. Pada PDI JRRT dan teman-temannya masuk kemiliteran (JRRT sendiri termasuk dalam Lancashire Fusiliers yang ditugaskan di Prancis), dan dua teman dekatnya, GB Smith dan Rob Gilson, tewas dalam perang. Satu-satunya teman dekat JRRT dan anggota TCBS yang selamat dari PDI adalah Christopher Wiseman (JRRT menamai putra ketiganya dari nama Wiseman). Kematian sahabat-sahabatnya sangat memengaruhi Tolkien dan sempat membuatnya patah semangat, namun sebelum tewas, GB Smith pernah menyuratinya dan berkata, "May you say things I have tried to say long after I am not here to say them." Kemudian Wiseman menyuratinya dari posnya sebagai angkatan laut, "You ought to start the epic." Karena meski anggota TCBS ada yang tewas, semangat mereka harus tetap ada.

Maka, pada tahun 1917, di sebuah buku tulis murahan, JRRT mulai menorehkan judul yang dipilihnya untuk mitologi ciptaannya: The Book of Lost Tales, yang isinya kemudian kita kenal sebagai The Silmarillion.


********** 


Tahun 1917, ketika JRRT masih bertugas di Yorkshire, Edith dan putra pertama mereka yang masih bayi, John Tolkien, pindah ke desa bernama Roos, dekat dengan kamp militer tempat JRRT (sekarang berpangkat letnan) bertugas. Kadang-kadang, jika ada waktu luang, JRRT dan istrinya berjalan-jalan menelusuri pedesaan. Dekat Roos mereka menemukan hutan kecil penuh belukar hemlock. JRRT mengingat Edith pada saat ini, "Rambutnya hitam legam, kulitnya cemerlang, matanya cerah, dan dia bisa bernyanyi---dan menari." Edith bernyanyi dan menari untuk suaminya, dan dari kejadian inilah JRRT menuliskan kisah Beren, seorang manusia fana, yang jatuh cinta kepada Luthien Tinuviel, seorang putri elf cantik jelita, setelah melihat Luthien menari di antara belukar hemlock di hutan.

Setelah kematian Edith, JRRT menulis kepada putranya, Christopher, tentang keinginannya menambahkan nama Luthien di batu nisan. Karena, "Dia adalah Luthien-ku."


********** 


Sebagai seorang ahli Old English, pekerjaan JRRT adalah termasuk menerjemahkan puisi-puisi Anglo-Saxon ke bahasa Inggris, sebagiannya adalah 'Sir Gawain and the Green Knight', 'Sir Orfeo', dan 'Beowulf'. Berbagai makalah dan essay JRRT untuk bahan kuliah mahasiswa-mahasiswanya belakangan diterbitkan, termasuk 'Beowulf: The Monsters and the Critics' (terbit 1939), sebuah kritik literatur. Riset-risetnya selama itu mendorongnya untuk menulis ulang salah satu legenda kegemarannya sejak kecil: Arthur. Legenda Arthur ditulis ulang dalam bentuk puisi aliteratif tidak berima, dimulai awal 1930-an. Sayangnya puisi itu tidak pernah diselesaikannya, karena dia lebih mengutamakan waktunya untuk menyusun Silmarillion. Meski demikian puisi itu pernah dibaca oleh salah satu temannya, E.V. Gordon dan R.W. Chambers, Professor of English di London University, dan mendapat pujian dari mereka. Sejak akhir tahun 1930-an JRRT tidak pernah sempat menyentuh puisi itu lagi, namun sekitar tahun 1955 dia berkata masih berharap untuk menyelesaikannya.

Pada akhirnya, seperti yang kita ketahui, The Fall of Arthur yang tidak pernah selesai kemudian disusun dan diedit oleh Christopher Tolkien dan diterbitkan tahun lalu, 2013.


********** 

Apa yang menyebabkan JRRT butuh 15 tahun untuk menyelesaikan LOTR? Sebagian karena kesibukannya sebagai dosen dan tutor, sebagian karena mentok di tengah jalan, tapi terutama karena dia perfeksionis. Selain pemilihan kata dan cara membangun kalimat, detail cerita pun harus sempura. Ini termasuk geografi, kronologi dan nomenklatur (tatanama). Dalam masalah geografi, dia dibantu putranya, Christopher, yang membuatkan peta. JRRT sendiri sudah membuat sketsa peta sejak awal cerita ditulis, karena menurutnya, peta yang dibikin belakangan bakal membuatnya kerepotan. Christopher menggambar peta yang lebih akurat untuknya. Tapi peta sendiri belum cukup, karena JRRT juga membuat kalkulasi waktu dan jarak, menggambar bagan tentang kejadian-kejadian dalam cerita, menunjukkan tanggal, bulan, jam, dan bahkan kadang-kadang arah angin serta fase bulan. Ditambah lagi dengan pengembangan bahasa-bahasa ciptaannya, dan penamaan tokoh yang harus sesuai dan konsisten menurut evolusi bahasa-bahasa itu sendiri. Dia memang menikmati proses ini, yang disebutnya sebagai 'sub-creation'. Lama kemudian, dia berkata bahwa "aku ingin orang-orang masuk dalam cerita dan percaya bahwa cerita ini adalah kejadian sejarah." Yah, dia berhasil.

JRRT juga butuh dorongan jika dia sedang buntu. Memang, supporter terbesarnya adalah C.S. Lewis, tapi JRRT mungkin takkan pernah bisa menyelesaikan LOTR jika bukan karena Christopher. JRRT menyayangi semua anaknya, tapi jelas sekali Christopher istimewa. Christopher sudah menjadi pendengar setia kisa-kisah ayahnya sejak dia balita, mendorong ayahnya untuk menuliskan The Hobbit yang tadinya hanya diceritakan secara lisan (Michael dan Christopher Tolkien tidak ingat kapan persisnya ayah mereka menciptakan kisah petualangan Bilbo, tapi kira-kira di akhir tahun 1920-an), kemudian membuatkan peta dan menjadi kritikus paling penting dalam proses penulisan LOTR. Maka, di tahun 1944, ketika Christopher harus bertugas dalam kemiliteran di PDII menjadi pilot Royal Air Force di Afrika Selatan, JRRT sangat kehilangan. JRRT sangat cemas, karena menurutnya berada di pesawat tempur adalah tugas paling berbahaya dalam perang, dan dia menulis surat kepada Christopher hampir setiap waktu. (Teringat salah satu penulis Inggris terkenal juga yang menjadi pilot RAF saat PDII di Afrika, Roald Dahl, tapi pada tahun 1944 Dahl sudah tidak bertugas di Afrika dan sudah jadi mata-mata MI6 di Amerika).

Dalam surat-suratnya kepada Christopher, JRRT menceritakan semua detail perkembangan penulisan LOTR, kesulitannya, dan mengirimkan manuskrip terketik kepada putranya itu. Di salah satu suratnya JRRT berkata, "Ayah kangen sekali padamu, dan kesepian tanpa kamu." Dan di surat lain JRRT bercerita bahwa "Pada tahap ini Ayah harus mencari tahu seberapa lambat bulan terbit jika sudah hampir purnama, dan bagaimana membuat stew kelinci!" Dari sini saja kita bisa membayangkan betapa dekat dan berharganya hubungan ayah-anak ini.


**********


Apakah gelar profesor dan berprofesi sebagai don Oxford menjadikan JRRT orang yang kaku? Jauh dari itu. Dia dikenal sebagai orang yang penyayang, sangat perhatian terhadap anak-anaknya, bahkan tidak ragu mencium putra-putranya di depan umum (meski mereka sudah dewasa dan berjanggut). Dia juga bisa bertingkah konyol, seperti ketika lomba berenang dengan temannya, tapi harus mengenakan topi dan sambil mengisap pipa cangklong (nggak kebayang gimana topi dan pipanya nggak basah). Belakangan, waktu sudah tua, dia kesal dengan penjaga toko yang cuek sehingga menyerahkan bayaran berupa beberapa keping koin disertai sebuah gigi palsunya. Dan, yang heboh, di tahun 1930an saat pesta Malam Tahun Baru, JRRT pernah mengenakan permadani dari bulu domba dan mengecat putih seluruh wajahnya untuk menjadi beruang es. Atau tiba-tiba dia berkostum pendekar Anglo-Saxon lengkap dengan kapak, kemudian mengejar-ngejar tetangga yang ketakutan sampai ke ujung jalan.


********** 

Bagaimana JRRT menanggapi kritik terhadap karyanya? Bisa kita lihat dalam kesimpulan singkat yang ditulis oleh sahabatnya, C.S. Lewis (penulis serial Narnia), "Dia hanya punya dua reaksi terhadap kritik: entah dia akan mengulangi tulisannya dari awal atau tidak ditanggapi sama sekali."

Lewis adalah salah satu orang pertama yang membaca dan mengkritik 'The Gest of Beren and Luthien' (yang belakangan diubah jadi 'The Lay of Leithian'), dan Lewis berkata dia suka sekali puisi itu. Tapi Lewis juga memberi kritik tertulis yang amat sangat detail. Nah, kritik tertulis ini dibuat permainan, Lewis pura-pura menulis sebagai ilmuwan bernama Pumpernickel, Peabody dan Schick, yang menyebutkan bahwa ada beberapa baris puisi JRRT yang lemah dan tidak akurat. JRRT senang sekali dan menerima semua kritik tersebut. Tapi alih-alih merevisi, sesudah itu JRRT malah memberikan puisi yang benar-benar diubah total kepada Lewis.

Lewis pernah berkata, "Standar Tolkien dalam mengkritik diri sendiri amat angat tinggi. Biasanya, kalau ada yang mengusulkan agar karyanya diterbitkan, dia malah langsung sibuk merevisi, dan malah semakin banyak ide muncul di otaknya sehingga kami, teman-temannya, yang mengharapkan diberi teks final malah diberi draft pertama dari tulisan baru."

Itulah sebabnya banyak sekali karya Tolkien yang lama kemudian baru diterbitkan. Revisi lagi, revisi lagi, diulang lagi sampai benar-benar dianggapnya sempurna. Perfeksionis tingkat akut. Maka dari itu, belakangan, putra ketiga JRRT, Professor Christopher Tolkien, mampu mengumpulkan semua manuskrip dan draft yang tidak selesai ditulis ayahnya dan disatukan menjadi DUA BELAS volume History of Middle-earth setebal-tebal tembok beton. Tapi itu baru legendarium ME saja. Belum lagi draft dan manuskrip tentang terjemahan puisi, essay, makalah ilmiah, dll yang berhubungan dengan Old English (seperti yang baru terbit belakangan ini: 'The Fall of Arthur'). Dan manuskrip-manuskrip tersebut tidak semua tersusun rapi di buku tulis atau diketik. Ada yang di kertas-kertas lepas, ada yang di balik makalah mahasiswa, ada yang di bon tagihan, dll.

Oh, Professor Christopher, kami amat sangat mengerti mengapa Tolkien Estate begitu protektif terhadap manuskrip-manuskrip Professor JRRT. Karena pekerjaan mengumpulkan dan mengeditnya adalah tugas berat seumur hidup yang tidak akan tergantikan dengan uang sebanyak apa pun di dunia ini.

Jadi, ada berapa karya JRRT yang diterbitkan dalam kurun 1911-2013? SERATUS LEBIH. Sebagian besar adalah puisi, essay, makalah, riset ilmiah, buku teks wajib mahasiswa linguistik, selain novel dan manuskrip tentang ME.


********** 

JRRT adalah dosen yang populer. Meski kadang dia sulit dimengerti karena kecepatannya bicara bisa sampai 100km/jam dan artikulasinya tidak jelas, dan ini artinya mahasiswanya harus berkonsentrasi keras, tapi JRRT mampu membuat topik mata kuliah benar-benar hidup. Contohnya, yang sangat diingat mahasiswa-mahasiswanya, adalah saat pembukaan serangkaian kuliah tentang Beowulf. JRRT masuk ke kelas tanpa bersuara, kemudian mendadak mendeklamasikan kalimat pertama puisi tersebut degan suara membahana, dimulai dengan teriakan, “Hwæt!” (artinya Lo! atau Listen! atau Hark! yang memang biasa sebagai pengawalan puisi-puisi Anglo-Saxon). Mahasiswa-mahasiswanya terlonjak dari kursi, mengira dia berteriak “Quiet!”

JRRT mendeklamasikan Beowulf dengan dramatis, seperti seorang pujangga zaman Anglo-Saxon di balairung jamuan, membuat beberapa generasi mahasiswa terpesona karena dia mampu menjadikan Beowulf hidup, bukan hanya sekadar teks yang harus mereka pelajari dan teliti, namun sebuah puisi dramatis yang kuat.Salah satu mantan mahasiswanya, seorang penulis bernama J.I.M. Stewart, mengingat, “Beliau mampu mengubah ruang kuliah menjadi balairung jamuan di mana beliaulah sang pujangga dan kami tamu-tamu yang sedang menikmati santapan.” Salah satu mantan mahasiswanya juga, W.H. Auden, menulis kepada JRRT bertahun-tahun kemudian, “Kurasa aku belum pernah memberitahu Anda bahwa pengalaman dalam kelas sangat tidak terlupakan bagiku, mendengar Anda mendeklamasikan Beowulf. Suara yang kudengar adalah suara Gandalf.”

Sistem pengajaran JRRT sangat efektif karena dia bukan hanya dosen dan philologist, namun juga seorang penyair. Dia bukan hanya mempelajari kata-kata, namun juga menggunakannya untuk menciptakan puisi. Dia mampu menemukan puisi dalam suara kata-kata itu sendiri, dan dia paham betul bagaimana bahasa digunakan. Dia bukan cuma menjelaskan kepada murid-muridnya apa arti sebuah kata, tapi juga MENGAPA kata tersebut dipilih oleh sang penyair yang sedang diteliti, mengapa bentuk ekspresi tertentu itu yang digunakan. Dia mengajarkan bahwa teks-teks bukan sekadar harus dipelajari tentang perkembangan bahasanya, namun juga sebagai literatur yang layak diapresiasi secara serius dan dikritik.

Maka dari itu sebagai penulis JRRT bisa dibilang sangat berbeda, karena dia memikirkan setiap kata, setiap tanda baca dan setiap penggalan kalimat sampai sedetail-detailnya. Jika dia menggunakan sebuah kata, itu artinya dia sudah memikirkan matang-matang MENGAPA dia menggunakan kata tersebut. Inilah salah satu sebab kenapa dia butuh waktu amat sangat lama untuk menyelesaikan tulisannya. Bahkan Silmarillion tidak pernah diselesaikannya, meski sudah disusun selama ENAM PULUH tahun. Setiap kata, setiap koma, ekspresi, titik, tanda kutip, susunan kalimat, tidak meluncur begitu saja; semua memiliki alasan. Karena JRRT bukan hanya mengenal bahasa dalam taraf arti, tapi juga dalam taraf penggunaannya yang paling tepat dan paling mengekspresikan maksud sang penulis.


********** 


Pada bulan April 1885, Mabel Tolkien membawa dua putranya (JRRT berusia 3 tahun dan Hilary baru setahun) pulang kampung ke Birmingham, Inggris. Arthur Tolkien tidak ikut karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Rencana Arthur untuk menyusul keluarganya ke Inggris terpaksa batal karena pada bulan November dia terserang flu tulang. Bulan Januari tiba kabar bahwa Arthur masih sakit, dan Mabel berniat kembali ke Bloemfontein untuk merawat suaminya. JRRT berniat mengirim surat kepada ayahnya, yang dituliskan oleh pengasuh:


9 Ashfield Road, King's Heath, February 14th 1896.

My dear Daddy,

Aku senang hendak kembali bertemu denganmu karena sudah lama kami berpisah denganmu kuharap kapal membawa Mamie dan Baby [maksudnya Hilary] dan aku kepadamu. Aku tahu kau akan senang sekali mendapat surat dari Ronald kecilmu karena sudah lama aku tidak menulis kepadamu dan sekarang aku sudah besar karena aku punya mantel dewasa dan baju dewasa dan Mamie bilang kau tidak akan mengenaliku dan Baby karena kami sudah jadi lelaki dewasa dan kami mendapat banyak hadiah Natal untuk ditunjukkan kepadamu dan Auntie Gracie datang menemui kami dan aku jalan-jalan setiap hari dan cuma naik kereta dorong sebentar saja, Hilary mengirim banyak cinta dan cium dan juga Ronald-mu tersayang.

Tapi surat JRRT ini tidak sempat dikirim, karena sebuah telegram tiba memberi kabar Arthur menderita perdarahan parah. Hari berikutnya, 15 Februari 1896, Arthur Reuel Tolkien meninggal dunia. Dia dimakamkan di pekuburan Anglican, Bloemfontein, lima ribu mil jauhnya dari Birmingham.


**********


Mabel, ibunda Tolkien, tidak menyukai sikap orang-orang Boer dalam memperlakukan penduduk pribumi Afrika ketika mereka masih tinggal di Bloemfontein, maka di rumah mereka pelayan pribumi diperlakukan dengan baik dan diberi toleransi tinggi. Terutama pada kejadian ini: sewaktu masih bayi, Tolkien pernah 'diculik' oleh salah satu pelayan pribumi bernama Isaak. Isaak tidak bermaksud jahat, hanya ingin memamerkan 'master kecil' ke kraal-nya (kampungnya). Barangkali yang terjadi adalah Isaak dengan bangga berkata ke orang-orang di kampungnya, "Lihat, bayi kulit putih. Lucu ya? Cakep ya?" Kejadian ini memang sempat menimbulkan kehebohan, tapi karena Tolkien bayi kembali dengan selamat, Isaak tidak diberi sanksi apa-apa. Dan Isaak yang sangat berterima kasih kepada majikan-majikannya kemudian memberi nama anaknya sendiri dengan 'Isaak Mister Tolkien Victor' (nama terakhir untuk menghormati Ratu Victoria).


**********

Tuesday, October 22, 2013

Movie Screening


The Hobbit: The Desolation of Smaug
with
Eorlingas: Indonesian Tolkien Society

Silakan klik link ini dan ikuti instruksi untuk mendaftar: http://bit.ly/RegTHDOS

Periode pendaftaran 28 Oktober - 8 November 2013.





video

Penantian telah berakhir. Dalam hitungan minggu sang naga akan kembali menyulut layar lebar dengan semburan apinya. Apakah kamu akan jadi salah satu dari 300 Rohirrim yang jadi saksi kepulangannya?


Ikuti nonton bareng The Hobbit: The Desolation of Smaug bersama Eorlingas: Indonesian Tolkien Society pada Desember 2013 (hari dan jam menunggu pengumuman resmi Warner Bros. Pictures Indonesia).
 


Hanya tersedia 300 seat untuk para pendaftar tercepat.


HTM Rp 100.000 sudah termasuk minuman, popcorn, dan goody bag berisi merchandise, serta kesempatan memenangkan hadiah untuk cosplay terbaik dan doorprize.



Pantau terus media sosial Eorlingas untuk info selanjutnya:
http://www.facebook.com/Eorlingas.Id
http://www.twitter.com/Eorlingas_Id
http://councilofeorl.blogspot.com/


That, my lad, is a dragon. Are you ready to hear him roar?

Monday, October 14, 2013





KONTES DESAIN STIKER ROAD2SMAUG

Hear ye! Hear ye!

Council of Eorl memanggil semua artisan/craftsman dari seluruh penjuru Middle Earth untuk mengadu kepiawaian dalam "Kontes Desain Stiker Road2Smaug".

SATU orang pemenang yang beruntung akan mendapatkan hadiah uang tunai Rp 500.000,- dan stiker yang didesain akan menjadi bagian dari Exclusive Merchandise acara "Nobar The Hobbit: Desolation of Smaug" bersama Eorlingas-Indonesian Tolkien Society di bulan Desember 2013.

Kontes terbuka untuk semua Vala/Elf/Man/Hobbit/Dwarf/Ent/Orc/Servants of Morgoth dari seluruh penjuru Middle Earth, dengan persyaratan sebagai berikut:

  • Desain mengangkat tema "The Hobbit: Desolation of Smaug"
  • Desain adalah karya orisinal yang tidak mengambil materi dari karya hak cipta, dan belum pernah memenangkan atau diikutsertakan dalam lomba di media ataupun komunitas lain
  • Desain mencantumkan id Twitter Eorlingas, yaitu @Eorlingas_Id
  • Desain dikirimkan dalam format PNG dengan ukuran minimal 1.600x1.800 pixel dan resolusi 300 dpi
  • Desain bisa dalam bentuk stiker berwarna atau transparan
  • Hak cipta atas desain pemenang dipegang oleh Eorlingas-Indonesian Tolkien Society, dan tidak boleh digunakan pihak lain tanpa sepengetahuan dan seizin Eorlingas-Indonesian Tolkien Society

Desain dikirimkan melalui:


E-mail: councilofeorl@gmail.com,


Atau


Dalam bentuk CD kepada:
Dini Nitihardjo
Jl. BB I No. 10 RT 006/015 Cipinang Muara III
Jakarta Timur 13420


Setiap desain harap disertai informasi:

  • Nama
  • Umur
  • Nomor HP
  • Alamat
  • Alamat e-mail
  • Biografi singkat desainer
  • Penjelasan ringkas mengenai desain tersebut

Batas akhir penerimaan desain stiker adalah 1 November 2013 pukul 23:59.

Pemenang akan diumumkan di FB dan Twitter Eorlingas pada tanggal 8 November 2013.

Ayo! Jangan lewatkan kesempatan ini dan jadi bagian dari Road2Smaug!

Monday, July 22, 2013

A LONG EXPECTED PARTY

Pendaftaran A Long Expected Party resmi ditutup pukul 00.00 di pergantian hari tanggal 2 September 2013.

Atas antusiasme dan dukungan promosi semua mellyn di berbagai media, Council of Eorl mengucapkan banyak terima kasih. *bows*

Bagi para pendaftar, tunggu email-email berikutnya dari Council of Eorl mengenai dress code, acara dan berbagai teaser menggoda tentang treasure hunt The Quest of Erebor.

Westu hal!







~~ A Middle-earth Themed Party ~~



"If more of us valued food and cheer and song above hoarded gold , it would be a merrier world." -- Thorin Oakenshield


Sudah baca The Lord of The Rings, The Hobbit atau The Silmarillion sampai lecek bukunya? Sudah nonton trilogi The Lord of The Rings dan The Hobbit sampai hafal dialognya? Suka berburu collectible dari The Lord of The Rings dan The Hobbit franchise dari eBay sampai kaskus? Terobsesi cosplay Théoden dengan armor lengkap? Punya nama Middle-earth? Punya sketchbook penuh gambar tokoh The Lord of The Rings dan The Hobbit? Apa kamu dwarf? Elf? Orc? Nazgûl? Rohirrim? Merasa diri hobbit karena makan enam kali sehari?

Not all those who wander are lost. Because they finally find Middle-earth in "A Long Expected Party"!


Tanggal 22 September ini bergabunglah dengan Eorlingas: Indonesian Tolkien Society dan para pecinta karya J.R.R. Tolkien lainnya dalam pesta bernuansa Middle-earth di Museum Bank Mandiri, Jakarta.


"A Long Expected Party" adalah ajang paling pas untuk bertemu sesama penghuni Middle-earth, supaya bisa berbagi bagaimana dunia ciptaan Tolkien ini telah menghibur, memberi inspirasi dan memperkaya hidup kita.


Di "A Long Expected Party" kita bisa memamerkan kostum Gandalf atau Ringwraith yang susah payah kita jahit sendiri sambil menebalkan kuping dari komentar, "Memangnya mau dipakai ke mana baju seperti itu?"


Di "A Long Expected Party" kita bisa sama-sama tertawa karena joke yang tidak dimengerti mereka yang bukan penghuni Middle-earth. Joke seperti:


Q: Why did the chicken cross the road?A: Because one does not simply walk into Mordor.
Jadi catat tanggalnya dan ajak teman dan saudara. Sampai bertemu di Middle-earth dalam 
"A Long Expected Party"!



FORTH EORLINGAS!




******************************************

Frequently Asked Questions (FAQ)

******************************************


1. Apa itu A Long Expected Party?
"A Long Expected Party" adalah pesta bertema Middle-earth, dunia ciptaan J.R.R. Tolkien yang menjadi setting cerita dalam buku The Lord Of The Rings dan The Hobbit yang telah diangkat ke layar lebar oleh sutradara Peter Jackson.
"A Long Expected Party" diselenggarakan oleh Eorlingas: Indonesian Tolkien Society, komunitas penggemar karya-karya Tolkien yang sudah wara-wiri selama sepuluh tahun sejak 2003. Tujuannya sebagai ajang berkumpul para penghuni Middle-earth, baik yang mengenalnya dari buku, film, game, collectible, atau cosplay, agar dapat saling kenal dan bersenang-senang bersama. Selain itu, acara ini juga bertujuan meramaikan suasana menjelang dirilisnya The Hobbit: The Desolation of Smaug pada Desember 2013.


2. Saya suka nonton LOTR dan The Hobbit tapi belum baca bukunya; boleh ikut?

Sangat boleh. Siapa tahu setelah A Long Expected Party jadi penasaran baca bukunya juga.


3. Saya belum pernah nonton LOTR dan The Hobbit atau baca bukunya; boleh ikut?

Kenapa tidak? Banyak keuntungannya:
  1. Dengan ikut "A Long Expected Party" bisa langsung tahu apa yang menyebabkan begitu banyak orang di seluruh dunia menyukai LOTR, The Hobbit dan karya Tolkien lainnya;
  2. Dapat kesempatan memenangkan hadiah menarik;
  3. Bisa bertemu teman baru dengan hobi yang sama karena penggemar LOTR dan The Hobbit juga pembaca buku, penonton film, pemain game, kolektor toys, cosplayer, fan artists, dll.

4. Kapan dan di mana diadakannya?
"A Long Expected Party" diadakan di Museum Bank Mandiri, Kota, pada Minggu 22 September, 2013 pukul 10.00-16.00.


5. Apa harus bayar untuk ikut? Berapa biayanya? Dengan biaya sekian dapat apa saja?
HTM untuk "A Long Expected Party" Rp 100.000 per peserta. Peserta akan memperoleh merchandise dan produk sponsor, makan siang, pin, mug, 




dan peluang memenangkan doorprize original Weta Workshop merchandise.




6. Apa saja acaranya?

  • The Quest of Erebor. Acara berburu harta karun memperebutkan berbagai hadiah menarik. Peserta diharuskan menyelesaikan serangkaian tantangan dan menjawab pertanyaan seputar buku dan film LOTR dan The Hobbit. Diikuti kelompok beranggota 3 - 4 orang.
  • Riddles in The Dark. Kuis dan game bertema Middle-earth untuk memenangkan berbagai hadiah.
  • Folk Dance Flashmob. Flashmob tarian bernuansa medieval (abad pertengahan) diiringi musik akustik tradisional Irlandia oleh band Ainulindale.

7. Boleh cosplay?
Cosplay diperbolehkan selama menampilkan tokoh ciptaan J.R.R. Tolkien atau seperti gaya busana masyarakat yang digambarkan di film The Lord of The Rings dan The Hobbit, misalnya penduduk Rohan, Gondor, Dale, Hobbiton, dsb.


8. Boleh pajang koleksi collectible?
Harap menghubungi panitia minimal 2 minggu sebelum acara jika ingin memamerkan koleksi collectible agar dapat diatur tempatnya. Panitia tidak bertanggung jawab atas keamanan barang yang dipajang. Pemilik collectible harus menjaganya sendiri.


9. Bagaimana cara mendaftar untuk ikut?
Periode pendaftaran 1 Agustus - 1 September 2013. Saat periode pendaftaran dimulai, panitia akan menyediakan formulir pendaftaran online yang dapat diisi. Silakan klik link ini untuk mendaftar dan ikuti instruksinya: http://bit.ly/RegALEParty




See you soon, Mellyn!


This will be a day to remember. We're going on an adventure!!



A LONG EXPECTED PARTY didukung oleh:









Friday, February 22, 2013

TENTANG NAZGÛL



Oleh Novia Stephani


Nazgûl (Black Speech/bahasa Mordor dari akar naz: cincin - gûl: hantu, mungkin masih terkait dengan -gul di Dol Guldur, black magic, sihir jahat) atau Úlairi (Quenya) adalah anak buah Sauron paling kuat dan berbahaya, terutama karena mereka sangat patuh pada tuannya dan sudah sama sekali tidak punya keinginan pribadi (bandingkan dengan Saruman, yang meski sudah membelot ke kubu Sauron masih punya ambisi pribadi menguasai cincin.)

Tiga di antara mereka adalah bangsawan petinggi Númenor. Dari sembilan Nazgûl , hanya satu yang diketahui namanya, Khamûl dari Easterling, tangan kanan Witch-king of Angmar.

Para manusia yang menerima cincin dari Sauron jadi penguasa, penyihir dan panglima yang hebat pada zamannya. Kemenangan, kejayaan dan harta melimpah mereka dapatkan. Kematian seakan tak bisa menyentuh mereka, tapi sebenarnya hidup mereka tidak bertambah. Jauh setelah mereka seharusnya mati tubuh mereka dipaksa terus bertahan. Bilbo menggambarkannya seperti mentega yang dioleskan ke terlalu banyak roti. Pada akhirnya badan kesembilan manusia itu memudar dan tidak terlihat lagi kecuali oleh pemegang The One Ring.

Meski dalam gelap mereka bisa melihat yang tidak tampak mata manusia, tapi seringkali yang mereka lihat sebenarnya ilusi yang dibuat Sauron untuk menipu mereka. Dan satu per satu, cepat atau lambat, tergantung kekuatan dan baik tidaknya niat mereka saat menerima cincin, mereka pun tunduk pada Sauron.

Di mata Nazgûl dunia tak berwarna dan kehadiran manusia hanya tampak seperti bayang2. Di bawah cahaya matahari, bahkan bayang- bayang ini pun samar atau hilang, sehingga Nazgûl lebih mengandalkan indera pencium. Dalam perjalanan ke Buckland Frodo sempat melihat Nazgûl yang merunduk ke tanah mengendus-endus mencari jejak, lalu mulai merayap ke arahnya. Juga setelah menyeberang ke Buckland dengan feri di Buckleberry, Sam sempat melihat Nazgûl mengendus-endus di dermaga seberang.

Nazgûl bisa bicara dalam bahasa Westron/Common Speech, bahasa manusia (dan hobbit) di Middle-earth. Di Hobbiton Nazgûl sempat menanyakan tentang "Baggins" pada Gaffer Gamgee, ayah Sam. Di Marish mereka juga sempat menginterogasi Farmer Maggot. Di Council of Elrond, Glóin melaporkan ada Nazgûl yang datang ke Erebor dan menawarkan cincin sakti kepada Raja Dáin Ironfoot sebagai imbalan untuk informasi tentang "halfling".

Tapi bunyi yang paling mengerikan dari Nazgûl adalah jeritannya yang digambarkan seperti suara kematian. Saat Minas Tirith dikepung, Pippin menyaksikan bagaimana efek jeritan Nazgûl pada tentara Gondor. Meski terbang tinggi tak terlihat dan terlalu jauh untuk ditembak lengkingan suara Nazgûl membuat bahkan tentara paling berani tiarap ketakutan. Yang masih berdiri cuma bisa mematung, senjatanya jatuh, dan mereka tidak lagi berpikir tentang perang, hanya tentang sembunyi, merayap dan mati.

Senjata utama Nazgûl sebenarnya bukan kekuatan fisik atau magis yang luar biasa, melainkan rasa takut yang mereka timbulkan, seperti efek pasukan arwah yang dipanggil Aragorn untuk menunaikan sumpah mereka membela Gondor. Dari jauh kehadiran Nazgûl sudah bisa dirasakan dan membangkitkan ketakutan luar biasa, dan kengerian ini bertahan bahkan setelah mereka lewat.

Di Council of Elrond, Boromir sempat cerita tentang serangan Mordor ke Osgiliath pertengahan tahun itu. Serbuan itu sebenarnya hanya kamuflase, supaya Nazgûl bisa menyeberangi Anduin dari Ithilien, lalu terus ke utara mencari "Baggins" dan "Shire" tanpa diketahui. Tapi bahkan saat itu, ketika Nazgûl dalam keadaan tidak tampak (tidak berkuda, tidak berjubah), kehadiran mereka membuat pasukan Mordor blingsatan dan tentara Gondor paling berani pun ketakutan.

Witch-king of Angmar, pimpinan Nazgûl , diberi Sauron kekuatan jahat tambahan ketika memimpin perang di Pelennor perang melawan Gondor, padang luas di depan Minas Tirith. Ketika alat pendobrak Mordor, Grond, tidak berhasil menjebol gerbang Minas Tirith, Witch-king memekikkan mantra dalam bahasa kuno, dan akhirnya, diiringi kilatan cahaya, pintu dari besi dan baja itu hancur.

Bagi Frodo sebagai Ring-bearer, Nazgûl lebih berbahaya lagi. Meski hanya bisa merasakan kehadiran manusia (dan hobbit) seperti bayang2, Nazgûl merasakan "panggilan" cincin Sauron yang berusaha kembali pada pemilik aslinya. Tiap kali berhadapan dengan Nazgûl Frodo merasakan keinginan yang nyaris tak terbendung untuk memakai cincin Sauron. Padahal dalam keadaan memakai cincin, bukan saja ia bisa melihat sosok asli Nazgûl , tapi ia pun tampak jelas di mata mereka. Serangan di Weathertop (Amon Sûl), di mana Frodo ditusuk dengan pedang Morgul bertujuan membuat Frodo jadi Ringwraith juga, supaya akhirnya bersedia menyerahkan cincin Sauron.


Kelemahan Nazgûl:

  • Cahaya matahari. Nazgûl melihat berbagai makhluk hanya sebagai bayang2, tapi itu pun kabur atau hilang sama sekali di bawah sinar matahari. Kaum Lossoth, penghuni negeri es Forochel di utara Angmar, percaya Witch-king bisa membekukan dan mencairkan es dengan semena2. Tapi mereka juga tahu bahwa kekuatan Witch-king melemah di musim panas, saat matahari bersinar lebih lama. Khamûl adalah Nazgûl yang paling sensitif melacak cincin Sauron, tapi juga yang paling lemah terhadap efek sinar matahari.
  • Sungai. Meski mereka tidak akan mati tenggelam, tapi kuda mereka bisa, dan Nazgûl tanpa tunggangan menurut Gandalf nyaris lumpuh. Di samping itu aliran sungai membuat mereka bingung karena mengurangi kemampuan mereka melacak.
  • Api. Sembilan Nazgûl mengepung Gandalf di Weathertop tiga hari sebelum Frodo tiba di sana. Mereka tidak melakukan apa2 sampai hari gelap. Setelah itu Gandalf melawan mereka semalam suntuk dengan api hingga Weathertop seperti menyala dengan badai halilintar yang terlihat oleh Frodo yang saat itu masih jauh dari sana. Menjelang pagi Gandalf lari dari Weathertop, diburu empat Nazgûl , hingga ketika Frodo cs tiba di sana, hanya lima yang menyerangnya.
  • Keberanian. Nazgûl terbiasa melihat musuh mereka lari ketakutan tanpa perlawanan saat mereka masih jauh. Dihadapkan dengan keberanian seperti Frodo di Weathertop, juga Aragorn di tempat yang sama meski hanya bersenjata obor, lalu Merry dan Eowyn di Pelennor membuat mereka kaget sesaat. Nazgûl yang datang ke rumah Frodo di Crickhollow juga kabur ketika nyaris dikeroyok hobbit setelah Fatty Bolger membangunkan warga Buckland.
  • Seruan Elbereth dan High Elf. Di Woody End, Frodo berhadapan dengan Nazgûl yang turun dari kuda, mengendus tanah dan pelan2 lalu merayap ke arahnya. Saat itu godaan memakai cincin Sauron sangat kuat. Tapi lalu terdengar nyanyian High Elf, rombongan Gildor Inglorion dalam perjalanan ke pelabuhan Grey Haven. Nazgûl yang mendekati Frodo langsung naik kuda dan pergi.
Di Weathertop saat dikepung Nazgûl, Frodo nekat menusuk Witch-king sambil berteriak, "O Elbereth! Gilthoniel!" dengan pedang yang didapat di Barrow-downs, meski hanya bisa merobek jubah Nazgûl . Frodo sendiri ditusuk di bahu dan kemudian tak sadar. Tapi menurut Aragorn justru teriakan "Elbereth" bisa mematikan bagi Nazgûl . Di Sungai Bruinen, setelah Frodo – yang menunggang Asfaloth-- tiba di seberang, Witch-king mengangkat tangannya dan Frodo merasa lidahnya kelu dan jantungnya memburu. Pedangnya patah dan jatuh ke tanah.
  • Pedang tertentu. Pedang Merry dan Pippin didapat setelah mereka diselamatkan Tom Bombadil dari cengkeraman Barrow-wight, penunggu makam pangeran Cardolan di Barrow-down. Pedang itu sebenarnya belati, bilahnya seperti daun dengan alur2 emas dan merah, sarung belatinya hitam dengan hiasan permata merah. Belati ini dibuat dengan teknologi Númenor dan dibalut mantra khusus yang menjadikannya sangat mematikan untuk tentara Mordor. Ketika Merry dan Pippin diculik, senjata mereka sempat dirampas orc, tapi lalu dibuang karena tuah di dalamnya. Pedang ini yang kemudian dipakai Merry menusuk Witch-king di medan Pelennor. 

"Dan hancurlah pedang Barrow-down, buah karya [keturunan] Westernesse. Tapi takdir ini akan menggembirakan pembuat pedang ini, yang menempanya dengan hati2 di Kerajaan Utara saat bangsa Dúnedain masih muda, dan musuh utama mereka adalah negeri kengerian Angmar dan penyihir yang jadi raja mereka. Tak ada pedang lain, meski dihunus tangan yang lebih kuat, yang bisa menorehkan luka yang demikian getir, merobek daging yang tak hidup, merusak mantra yang menyatukan urat2nya dengan pikirannya."
(The Return of The King: The Battle of The Pelennor Fields)

Setelah ditusuk Merry di belakang lutut, Witch-king tersungkur. Ayunan senjata yang diarahkan ke Éowyn melesat. Éowyn menikam Witch-king di antara mahkota dan kerah jubahnya, di mana hanya sorot matanya terlihat. Pedang Éowyn hancur berkeping2. Tapi mahkota Witch-king menggelinding jatuh, jubah dan baju zirahnya rontok ke tanah, kosong. Terdengar jeritan yang melesat ke udara.

Di Mordor, Frodo dan Sam melihat sebuah sosok bergerak sangat cepat dari barat, awalnya hanya titik hitam di celah cahaya di atas Ephel Dúath (Mountain of Shadow), lalu membesar dan menghujam seperti kilat ke awan gelap yang meliputi Mordor. Tapi jeritannya tidak lagi terdengar menakutkan, karena itu suara Witch-king membawa kabar buruk bagi Sauron.

Akhir riwayat Witch-king telah diramalkan oleh Glorfindel saat memukul mundur sang pimpinan Nazgûl dari Fornost, ibukota terakhir Arnor. Saat itu Glorfindel berkata, "...Far off yet his doom, and not by the hand of man will he fall."

(Lihat bagaimana Tolkien memilih kata "fall", jatuh, bukan "die", mati. Dan Witch-king akhirnya jatuh di tangan Eowyn (bukan "man" dalam arti lelaki, karena dia "woman", perempuan) dan Merry (bukan "man" dalam arti manusia, karena dia hobbit) tapi seperti Nazgûl lainnya, yang hancur terkena semburan meletusnya Mt Doom/Orodruin, ia binasa karena cincin Sauron akhirnya hancur, dan semua cincin yang ia kendalikan hilang kesaktiannya.)



Sumber: LOTR, Unfinished Tales, Silmarillion




Nazgul at the Ford of Bruinen by John Howe